====>>>>TERIMA KASIH SUDAH MENGUNJUNGI BLOG SAYA SEMOGA BISA MEMBANTU<<<<<=====

Rabu, 30 Mei 2012

Laporan Praktikum Proses Respirasi Tumbuhan


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah.Swt, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karunia-Nya, Penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan ini tentang Pengamatan Kehidupan Tumbuhan, pada mata Kuliah Teknik Laboratorium.
Tak lupa Penulis haturkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Niniek Vivian, S.Si.,M.Si dan Detris S.Pd selaku Dosen Pembimbing pada mata kuliah Teknik Laboratorium yang dengan senantiasa membimbing serta membagi ilmunya kepada Penulis, dan juga teman-teman yang telah membantu dalam penulisan laporan praktikum  ini. karena atas pengarahan dan bimbingannya Penulis dapat menyelesaikan laporan ini.
Oleh karena itu, pastinya dalam penulisan laporan  ini tidak luput dari kesalahan. Penulis harap pada rekan seperjuangan dapat memberikan kritik dan saran kepada Penulis dalam rangka mencapai kesempurnaan. Agar nantinya dapat bermanfaat bagi Penulis dan rekan-rekan kita lainnya.
Poso, 26 Maret 2011


Muh. Ikhwan.k




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Dalam mempelajari suatu kehidupan, tentunya tak lepas dari pengkajian mahluk hidup itu sendiri, baik manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme. Dalam beberapa aspek fisiologi tumbuhan berbeda dengan fisiologi hewan atau fisiologi sel. Tumbuhan dan hewan pada dasarnya telah berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. Kebanyakan tumbuhan tidak berpindah, memproduksi makanannya sendiri (autotrof), menggantungkan diri pada apa yang diperolehnya dari lingkungannya sampai batas-batas yang tersedia. Hewan sebagian besar harus bergerak, harus mencari makan(heterotrof), ukuran tubuhnya terbatas pada ukuran tertentu dan harus menjaga integritas mekaniknya untuk hidup dan pertumbuhan.
Salah satu ciri-ciri mahluk hidup adalah melakukan proses menyerap udara (O2) atau yang lebih dikenal dengan respirasi.
Pada praktikum kali ini, pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan tentang Kehidupan Tumbuhan yang dapat dilakukan dengan melakukan pembuktian teori bahwa tumbuhan itu bisa bernapas sebagaimana mahluk hidup yang lain. Untuk melakukan pembuktian tersebut digunakan kecambah (toge) sebagai objek.
     B.     Tujuan
Untuk mengamati proses respirasi pada Kecambah
     C.    Manfaat
Dapat mengetahui proses Respirasi Pada tumbuhan

 
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Pengertian
Proses respirasi diawali dengan proses pertukaran gas oksigen (O2) melalui alat pernapasan sehingga menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan Uap air (H2O). Alat pernapasan tumbuhan letaknya tersebar. Tumbuhan dapat melakukan pertukaran gas melalui stomata, lenti sel, dan rambut akar.
B.     Faktor-faktor yang mempengarui laju respirasi

a.       Ketersediaan substrat
b.      Ketersediaan oksigen
c.       Suhu
d.      Tipe dan umur tumbuhan
C.     Manfaat respirasi
Respirasi banyak memberikan manfaat bagi tumbuhan. Manfaat tersebut terlihat dalam proses respirasi dimana terjadi proses pemecahan senyawa organik, dari proses pemecahan tersebut maka dihasilkanlah senyawa-senyawa antara yang penting sebagai ”Building Block”. Building Block merupakan senyawa-senyawa yang penting sebagai pembentuk tubuh. Senyawa-senyawa tersebut meliputi asam amino untuk protein; nukleotida untuk asam nukleat; dan prazat karbon untuk pigmen profirin (seperti klorofil dan sitokrom), lemak, sterol, karotenoid, pigmen flavonoid seperti antosianin, dan senyawa aromatik tertentu lainnya, seperti lignin.
Telah diketahui bahwa hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O, hal ini terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi, namun bila berbagai senyawa di atas terbentuk, substrat awal respirasi tidak keseluruhannya diubah menjadi CO2 dan H2O. Hanya beberapa substrat respirasi yang dioksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O, sedangkan sisanya digunakan dalam proses anabolik, terutama di dalam sel yang sedang tumbuh. Sedangkan energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa senyawa dalam proses respirasi dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
 
BAB III
METEDOLOGI
      A.    Alat & Bahan
      a.       Alat
1.      2 Plastic Bening
2.      Kertas Koran
3.      2. Karet Gelang
       b.      Bahan
1.      Kecambah kedelai yang segar
2.      Kecambah kedelai yang yang sudah direbus

      B.     Prosedur Kerja
     1.      Menyiapkan alat dan bahan praktikum
     2.      Kecambah yang sudah direbus dan yang masih segar ditebarkan di atas Koran  secara      terpisah selama 5 menit, perlakuan ini bertujuan untuk mengeringkan kecambah yang masih lembab agar nantinya hasil yang dicapai bias valid.
    3.   Memasukan kedua kecambah (yang segar dan yang sudah direbus) kedalam kantong plastic yang sudah disiapkan secara terpisah.
     4.      Didiamkan selama 30-60 menit.
     5.      Mengamati perubahan yang terjadi.
 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

       A.    Tabel Pengamatan
No
Objek
Perubahan Yang Terjadi
1
Kecambah Segar
1.      Terlihat adanya titik-titik air (Embun) pada dinding plastic.
2.      Suhunya bertambah
2
Kecambah yang sudah direbus
1.      Tidak menunjukan perubahan apapun.

          B.     Pembahasan
Tumbuhan adalah salah satu makluk hidup di bumi ini yang mempunyai suatu keistimewaan. Tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri dengan memanfaatkan sesuatu yang ada disekitarnya. Proses pembuatan makanan ini disebut fotosintesis.
Selain berfotosintesis tumbuhan juga melakukan proses respirasi seperti halnya mahluk hidup pada umumnya. Seperti yang saya sudah paparkan diatas bahwa Untuk membuktikan tumbuhan melakukan proses respirasi maka diperlukan suatu pengamatan, pengamatan yang dilakukan yaitu dengan menggunakan tumbuhan muda (kecambah) sebgai objek sebab proses pernapasannya sangat aktif karena bayaknya sel-sel muda pada jaringannya dan kecambah juga merupakan jaringan tumbuhan yang masih aktif membelah karena akan membentuk tumbuha baru.
Dari tebel pengamatan diatas membuktikan bahwa tumbuhan juga melakukan proses pernapasan atau respirasi, dimana pada kecambah yang segar  terlihat adanya titik-titik air (Embun) serta terjadinya peningkatana suhu. Sementara pada kecambah yang sudah direbus tidak terdapat perubahan apapun baik itu terdapatnya embun atau meningkatnya suhu, menandakan sel-sel yang terdapat pada kecambah tersebut sudah tidak aktif lagi.

 BAB V
PENUTUP
      A.    Kesimpulan
Tumbuhan merupakan salah satu dari mahluk hidup,salah satu cirri dari mahluk hidup adalah bernapas.  seperti halnya mahluk hidup yang lain tumbuhan juga melakukan proses pernapasan dengan melalui alat-alat pernapasan.
Pada proses pernapasan atau Respirasi oksigen (O2) masuk dan menghasilkan / mengeluarkan karbondioksida (CO2) serta Uap air (H2O).
Pada praktikum kali ini membuktikan bahwa tumbuhan melakukan proses respirasi dengan adanya uap air serta meningkatnya suhu pada kecambah segar yang dibungkus dengan plastic.
    B.     Saran
Sebagai calon seorang pendidik yang nantinya akan berhadapan dengan siswa maka setidaknya kita bisa mengetahui praktikum sederhana ini agar dapat diterapkan kepada siswa selain prosedur kerjanya yang sangat mudah dan pengamatannya pun dapat dilakukan dengan mudah.

 DAFTAR PUSTAKA
Amien, Moh. 1988. Buku Pedoman Laboratorium & Petunjuk Praktikum Pendidikan IPA Umum. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti. Jakarta
Vivian, Niniek. 2012. Buku Bahan Ajar Teknik Laboratorium. Unsimar. Poso
Pujianto, Sri. 2008. Menjelajah dunia Biologi. Platinum. Solo





Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

TARNSLATE