====>>>>TERIMA KASIH SUDAH MENGUNJUNGI BLOG SAYA SEMOGA BISA MEMBANTU<<<<<=====

Minggu, 20 Mei 2012

JARINGAN PADA TUMJBUHAN

Seperti pada hewan, tubuh tumbuhan pun terdiri dari sel-sel. Sel-sel tersebut akan berkumpul membentuk jaringan, jaringan akan berkumpul membentuk organ dan seterusnya sampai membentuk satu tubuh tumbuhan. Pada Struktur Tumbuhan kali ini saya hanya akan membahas jaringan maristem, dan juga parenkim serta jaringan penguat. Selain sebagai tugas pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Pada Tumbuhan juga untuk menambah pengetahuan penulis mangenai struktur pada tumbuhan.

Jaringan tumbuhan dapat dibagi 2 macam :
a)      Jaringan meristem (muda)
b)      Jaringan dewasa
1.      Jaringan Meristem
Jaringan maristem (jaringan Muda ) merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel embrional yang masih aktif untuk melakukan pembelahan.
Sifat-sifat Maristem.
a.       Selnya masih kecil
b.      Berdidnding tipis
c.       Dinding sel terdiri atas zat pectin
d.      Selnya kaya akan plasma
e.       Vakuola kecil-kecil dan banyak
Bentuk sel pada umumnya ke segala arah tetapi ada pula seperti prisma, tiuddak terdapat ruang antar sel.
Menurut asal maristem dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu maristem primer(titik tumbuh primer) dan maristem sekunder (titik tumbuh sekunder).

a.            Maristem Primer
Pada tumbuhan yang telah dewasa terdapat jaringan yang tetap yang bersifat maristem dan di sebut titik tumbuh atau titik vegetasi. Jaringan ini terdapat di ujung batang atau ujung akar sehingga disebut titik tumbuh apical. Titik tumbuh apical menyebabkan tumbuhan mamapu mengadakan pertumbuhan memanjang.
a.            Maristem Sekunder
Merupakan jaringan yang sel-selnya telah pengalami diferensiasi dan berfungsi sebagai jaringan dewas, kemudian dapat melakukan kativitas sebagai maristem lagi, misalnya :
1.      Kambium
Ø  Bentuk sel pipih, prismatic agak memanjang, berdidinding tipis, tersusun rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel. Cara memperbanyak diri dengan membelah, dinding pemisah di antara sel terjadi secara sedikit demi sedikit.
Ø  Terdapat pda semua tumbuhan yang megalami pertumbuhan menebal sekunder yaitu Dicotyledonea (Tumbuhan berbiji belah).
 2.      Felogen (Kambium Gabus)
Ø  Merupakan maristem yang berbentuk jaringan gabus sekunder. Felogen bersifat dipleuris, karena membentuk sel-sel baru ke 2 arah luar membentuk falem (sel-sel gabus sekunder).
1.      Jaringan Parenkim
Jaringan Parenkim merupakan jaringan dasar yang terdapat diseluruh organ tumbuhan. Disebut sebagi jaringan dasar karena sebagai penyusun sebagian besar jaringan pada akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.
Nama lainnya adalah jaringan dasar. Jaringan parenkimdijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buahdan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yangmengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanancadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim.
Ciri-ciri jaringan parenkim adalah :
  • Terdiri dari sel-sel hidup yang berukuran besar dan berdinding tipis.
  • Bentuk sel parenkim segi enam.
  • Memiliki banyak vakuola.
  • Mampu bersifat meristematik.
  • Memiliki ruang antar sel sehingga letaknya tidak rapat.
Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:
  1. Parenkim asimilasi (klorenkim).
Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.
  1. Parenkim penimbun.
Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma
3. Parenkim air
Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
  1. Parenkim penyimpan udara (aerenkim).
Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.
Asal dari parenkim berbeda-beda, dapat berasal dari ,aristem apical (batang/akar) dari maristem marginal daun, dari cambium atau dari falogen

1.      Jaringan Penguat
Kalau kita perhatikan sebuah tanaman kokoh berdiri. Seolah tidak peduli dengan sekitarnya. Sepertinya, dia hanya bergerak karena tertiup angin. Akan tetapi, mengapa dia bisa tumbuh, berarti dia hidup. Ada rahasia apakah dibalik semua itu? Ternyata dalam batangnya yang kokoh daan tampak keras dari luar, terdapat berbagai jaringan penyusun tubuh yang mendukung kehidupan. Jaringan-jaringan itu menjalankan fungsi tertentu. Salah satunya jaringan penguat.
Pada penguat pada tumbuhan ada dua macam yaitu :
a.      Jaringan kolenkim
merupakan jaringan penguat yang berasal dari jaringan parenkim yang mengalami penebalan selulosa pada bagian sudut-sudutnya sehingga sifat selnya merupakan sel yang hidup. Jaringan kolenkim berfungsi sebagai penguat pada tumbuhan muda dan tumbuhan herba, baik pada organ akar, batang, daun, maupun bunga dan buah.
Berdasarkan bagian sel yang mengalami penebalan, sel kolenkim dibedakan atas:
                          I.            kolenkim angular (kolenkim sudut), merupakan jaringan kolenkim dengan penebalan dinding sel pada bagian sudut sel;
                       II.            kolenkim lamelal, merupakan jaringan kolenkim yang penebalan dinding selnya membujur;
                    III.            kolenkim anular, merupakan kolenkim yang penebalan dinding selnya merata pada bagian dinding sel sehinggi berbentuk pipa.
a.       Jaringan sklerenkim
merupakan jaringan penguat yang sel-selnya sudah mati dengan penebalan lignin secara melingkar. Jaringan sklerenkim banyak ditemukan pada tumbuhan yang sudah tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan, yaitu pada tumbuhan monokotil dan dikotil yang sudah tua. Sel sel sklerenkim dibedakan menjadi sklereid dan serat (serabut).
SUMBER

1.      Sutrian, Yayan. 2004. Pengantar Anatomi Tumbuhan. Rineka Cipta. Jakarta
2.      Lakitan, Benyamin. 2007. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada. Jakarta
3.      Suradinata, Tatang. 1998. Struktur Tumbuhan. Angkasa. Bandung
4.      Kimball, John W. 1999. Biologi. Erlangga, Jakarta
5.      Edukasi.Net. (2010). Jaringan Pada Tumbuhan. Di akses dari http://e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/view&id=92&uniq=1361
6.      Sari. (2011). Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan. di akses dari http://dunianyasari.blogspot.com/2011/08/struktur-dan-fungsi-jaringan-pada.html

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

TARNSLATE